pages

Senin, 18 Desember 2017

KARYA TULIS ILMIAH

A.    Pengertian Karya Ilmiah

Seperti yang telah dipaparkan pada bagian pendahuluan, karya ilmiah merupakan karya tulis yang menyajikan gagasan, deskripsi atau pemecahan masalah secara sistematis, disajikan secara objektif dan jujur, dengan menggunakan bahasa baku, serta didukung olehh fakta, teori, dan/atau bukti-bukti empiris. Dalam hal ini, karya tulis ilmiah dapat dikatakan sebagai hasil rangkaian gagasan yang merupakan hasil pemikiran yang didasarkan pada fakta, peristiwa, dan gejala yang disampaikan secara akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Karya ilmiah merupakan karya tulis yang isinya berusaha memaparkan suatu pembahasan secara ilmiah yang dilakukan oleh seorang penulis atau peneliti. Tujuannya untuk memberitahukan sesuatu hal secara logis dan sistematis kepada para pembaca. Karya ilmiah biasanya ditulis untuk mencari jawaban mengenai suatu hal dan untuk membuktikan kebenaran tentang sesuatu yang terdapat dalam objek tulisan. Maka sudah selayaknyalah, jika tulisan ilmiah sering mengangkat tema seputar hal-hal yang baru (aktual) dan belum pernah ditulis orang lain. Meskipun tulisan tersebut sudah pernah ditulis dengan tema yang sama, namun tujuannya adala sebagai upaya pengembangan dari tema terdahulu. Hal semacam ini disebut juga dengan penelitian lanjutan.
Menurut Mailani (dalam http://blog4makalah.blogspot.com.), karya tulis ilmiah adalah suatu tulisan yang membahas suatu permasalahan. Pembahasan itu dilakukan berdasarkan penyelidikan, pengamatan, pengumpulan data yang diperoleh melalui suatu penelitian. Karya tulis ilmiah melalui penelitian ini menggunakan metode ilmiah yang sistematis untuk memperoleh jawaban secara ilmiah terhadap permasalahan yang diteliti. Untuk memperjelas jawaban ilmiah berdasarkan penelitian, penulisan karya tulis ilmiah hanya dapat dilakukan sesudah timbul suatu masalah, yang kemudian dibahas melalui penelitian dan kesimpulan dari penelitian tersebut. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa karya tulis ilmiah adalah suatu produk dari kegiatan ilmiah. Membicarakan produk ilmiah, pasti kita membayangkan kegiatan yang dilakukan untuk menghasilkan temuan baru yang bersifat ilmiah, yaitu penelitian. Memang temuan ilmiah dilakukan melalui penelitian, namun tidak hanya penelitian merupakan satu-satunya karya tulis ilmiah. (Menulis Karya Ilmiah.2013.halaman 7)
Setiap karya tulis ilmiah yang dihasilkan seseorang tidak dengan serta merta dinamakan karya ilmiah, karena karya tulis ilmiah memiliki kekhususan. Beberapa kekhususan tersebut, diantaranya (1) mengupas dan mempermasalahkan pengetahuan, (2) menerapkan kebenaran ilmiah dan disajikan dengan metode ilmiah, (3) menggunakan bentuk dan bahasa ilmiah. Dengan demikian, setiap karya tulis yang memiliki kekhususan tersebut dapat dikategorikan sebagai karya tulis ilmiah. (Merancang Karya Tulis Ilmiah.2012.halaman 2)
Berdasarkan uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa karya ilmiah merupakan laporan tertulis dan dipublikasi yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Ciri-ciri karya ilmiah :
1.      Objektif
Keobjektifan ini menampak pada setiap fakta dan data yang diungkapkan berdasarkan kenyataan yang sebenarnya, tidak dimanipulasi. Juga setiap pernyataan atau simpulan yang disampaikan berdasarkan bukti-bukti yang bisa dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, siapa pun dapat mengecek (memverifikasi) kebenaran dan keabsahannya.
2.      Netral
Kenetralan ini bisa terlihat pada setiap pernyataan atau penilaian bebas dari kepentingan-kepentingan tertentu baik kepentingan pribadi maupun kelompok. Oleh karena itu, pernyataan-pernyataan yang bersifat mengajak, membujuk, atau memengaruhi pembaca perlu dihindarkan.
3.      Sistematis
Uraian yang terdapat pada karya ilmiah dikatakan sistematis apabila mengikuti pola pengembangan tertentu, misalnya pola urutan, klasifikasi, kausalitas, dan sebagainya. Dengan cara demikian, pembaca akan bisa mengikutinya dengan mudah alur uraiannya.
4.      Logis
Kelogisan ini bisa dilihat dari pola nalar yang digunakannya, pola nalar induktif atau deduktif. Kalau bermaksud menyimpulkan suatu fakta atau data digunakan pola induktif; sebaliknya, kalau bermaksud membuktikan suatu teori atau hipotesis digunakan pola deduktif.
5.      Menyajikan fakta (bukan emosi atau perasaan)
Setiap pernyataan, uraian, atau simpulan dalam karya ilmiah harus faktual, yaitu menyajikan fakta. Oleh karena itu, pernyataan atau ungkapan yang emosional (menggebu-gebu seperti orang berkampanye, perasaan sedih seperti orang berkabung, perasaan senang seperti orang mendapatkan hadiah, dan perasaan marah seperti orang bertengkar) hendaknya dihindarkan.
6.      Tidak pleonastis
Maksudnya kata-kata yang digunakan tidak berlebihan alias hemat kata-katanya atau tidak berbelit-belit (langsung tepat menuju sasaran).
7.      Bahasa yang digunakan adalah ragam formal
Dalam menulis karya ilmiah tidak boleh menggunakan bahasa ragam santai. Oleh sebab itu, bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia ragam formal, yaitu bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Kegunaan Karya Ilmiah :
                        Pada dasarnya semua ilmu ataupun teknologi yang ada di dunia ini, perlu diteliti, ditingkatkan dan dikembangkan fungsi dan peranannya untuk melahirkan perubahan. Karena yang kekal di dunia ini hanya satu, yaitu perubahan. Perubahan yang positif melahirkan kemajuan dan kemajuan inilah yang dituntut oleh ilmu pengetahuan. Tanpa kemajuan, kehidupan di dunia tidak ada artinya sama sekali.
                        Salah satu cara untuk mencapai kemajuan adalah dengan melakukan pengamatan, pengkajian, dan penelitian dari sumber-sumber ilmu tersebut yang dituangkan dalam bentuk karya tulis ilmiah. Salah satu tugas para ilmuwan (scientists) atau para pandit (scholars) adalah memaparkan hasil kajian, pengamatan atau penelitiannya kepada masyarakat luas.
                        Sebenarnya kegunaan penulisan karya tulis ilmiah bukan hanya sekadar untuk mendapatkan gelar atau memperoleh kredit point untuk kenaikan jabatan, tetapi tujuan utama dibuatnya karya tulis ilmiah adalah untuk mendokumentasikan hasil-hasil penelitian yang berhasil mendapatkan atau membuktikan kebenaran ilmiah. Mungkin yang tidak sama adalah gradasi kebenaran imliah yang ingin atau berhasil dicapai oleh seseorang. Bagi seorang peneliti profesional, keuntungan yang paling besar dan berharga dari semua karyanya adalah jika ia menemukan kebenaran ilmiah yang kemudian dibukukan.
                        Penemuan kebenaran ilmiah yang kemudian dibukukan dalam karya tulis ilmiah itu bertujuan untuk :
a.       Pengakuan scientifik objektif untuk memperkaya khazanah ilmu pengetahuan, dengan pemaparan teori-teori baru yang sahih serta terandalkan.
b.      Pengakuan praktisial objektif guna membantu pemecahan problema praktisi yang mendesak.

B.     Jenis-Jenis Karya Ilmiah

Pada prinsipnya semua karya tulis ilmiah itu sama yaitu hasil dari suatu kegiatann ilmiah. Yang memebedakan hanyalah materi, susunan, tujuan serta panjang pendeknya karya tulis ilmiah tersebut. Penentuan jenis atau macam karya ilmiah biasanya disesuaikan dengan keperuntukannya karya ilmiah tersebut. Secara garis besar, karya ilmiah di klasifikasikan menjadi dua, yaitu karya ilmiah pendidikan dan karya ilmiah penelitian
a.      Karya Ilmiah Pendidikan
1.      Karya ilmiah pendidikan digunakan sebagai tugas untuk meresume pelajaran, serta sebagai persyaratan mencapai suatu gelar pendidikan. Karya ilmiah pendidikan terdiri dari :
a)      Paper (karya tulis)
Paper atau lebih popular dengan sebutan karya tulis, adalah karya ilmiah berisi ringkasan atau resume dari suatu mata kuliah tertentu atau ringkasan dari suatu ceramah, yang diberikan oleh dosen kepada mahasiswanya.
b)      Pra skripsi
Pra skripsi adalah karya tulis ilmiah pendidikan yang digunakan sebagai persyaratan mendapatkan gelar sarjana muda. Karya tulis ini disyaratkan bagi mahasiswa pada jenjang akademi atau setingkat diploma  (D-3). Materi tulisannya sudah menggunakan kaidah ilmiah, yaitu berdasarkan hasil penelitian atau survey. Karena masih berupa pra skripsi, jumlah halaman umumnya ditentukan paling sedikit minimal 15 halaman.
c)      Skripsi
Skripsi adalah karya tulis ilmiah pendidikan yang diperuntukkan sebagai persyaratan mahasiswa mendapatkan gelar sarjana (S-1). Istilah skripsi berasal dari kalimat deskripsi (description), yang berarti memberikan gambaran tentang suatu masalah yang dibahas dengan memaparkan data serta pustaka, untuk menghasilkan kesimpulan. Pembahasan dalam skripsi harus dilakukan mengikuti alur pemikiran ilmiah yaitu logis dan empiris (mendalam). Logis dan empiris artinya, pembahasannya harus masuk akal dan mendalam, dengan pembuktian berupa data yang diperoleh dari penelitian lapangan.
d)     Thesis
Thesis adalah suatu karya ilmiah pendidikan yang peruntukannya sebagai salah satu persyaratan bagi mahasiswa pascasarjana untuk mendapatkan gelar magister (S-2). Sebenarnya, secara teoretis pembuatan skripsi sama dengan thesis, yaitu bersumber pada data dan pustaka. Data diperoleh dari lapangan berupa hasil penelitian, sedangkan pustaka didapat dari literature di perpustakaan.
            Istilah thesis berasal dari kalimat sinthesa (sinthation). Kalau skripsi bertujuan mendeskripsikan ilmu, maka thesis bertujuan mensinthesakan ilmu yang diperoleh dari perguruan tinggi, guna memperluas khazanah ilmu yang didapatkan dari bangku kuliah. Perluasan khazanah itu terutama berupa temuan-temuan baru hasil dari suatu penelitian.
e)      Disertasi
Disertasi (dissertation) adalah suatu karya tulis ilmiah yang mempunyai sumber utama berupa penyelidikan laboratorium, atau penelitian lapangan. Jadi disertasi harus menghasilkan satu temuan baru, baik dari ilmu sosial ataupun ilmu eksakta. Di kalangan perguruan tinggi, karya tulis ilmiah disertasi merupakan tugas akhir  yang dibebankan kepada seorang mahasiswa dari perguruan tingginya, untuk meraih gelar doktor.
2.      Karya ilmiah panduan
a)      Panduan Pelajaran (textbook)
Panduan pelajaran (textbook) merupakan salah satu bentuk karya tulis ilmiah. Bedanya, panduan pelajaran bukan merupakan hasil penelitian, tetapi ringkasan dari pelajaran atau mata kuliah.
b)      Buku pegangan (handbook)
Buku pegangan (handbook) adalah bentuk karya tulis ilmiah yang bertujuan memberikan petunjuk cara mengoperasionalkan suatu barang yang sudah ada. Misalnya buku pegangan mengoperasionalkan pengisian data penelitian dalam komputer, petunjuk penggunaan peralatan laboratorium, dan sebagainya.
c)      Buku pelajaran (diktat)
Buku pelajaran (diktat) termasuk kelompok karya tulis ilmiah. Hanya saja dibuatnya bukan berdasarkan penelitian, tetapi materi pelajaran atau mata kuliah dari suatu ilmu.
            Diktat biasanya dibuat oleh guru, dosen atau guru besar untuk mata pelajaran atau mata kuliah yang diajarkannya. Bisa jadi seorang guru, dosen atau guru besar membuat buku pelajaran atau diktat yang tidak diajarkannya sendiri, namun demikian penulis buku tersebut harus benar-benar menguasai ilmu dari pelajaran atau mata kuliah yang ditulisnya itu.
3.      Karya ilmiah referensi
a)      Kamus
Kamus juga termasuk karya ilmiah. Kamus berisi kumpulan kata-kata yang mengandung arti yang sama, atau terjemahan kata dari dua bahasa atau lebih. Misalnya kamus bahasa Inggris, bahasa Indonesia, bahasa Jawa dan sebagainya. Isinya, memuat penjelasan lebih detail lagi dari suatu kata.
b)      Ensiklopedi
Ensiklopedi adalah buku yang berisi berbagai keterangan atau uraian ringkas tentang cerita-cerita, llmu pengetahuan yang disusun menurut abjad atau menurut lingkungan ilmu. Misalnya ensiklopedi satwa Indonesia, ensiklopedi raja-raja di Jawa, ensiklopedi flora & fauna Indonesia dan sebagainya.
            Ensiklopedi ini masuk kategori karya ilmiah karena bisa dijadikan referensi atau rujukan untuk menunjang atau melengkapi tulisan-tulisan ilmiah.

b.      Karya Ilmiah Penelitian
1.      Makalah seminar
a)      Naskah seminar
Naskah seminar adalah karya ilmiah berisi uraian dari topik yang membahas suatu permasalahan yang akan disampaikan dalam forum seminar. Naskah ini bisa berdasarkan hasil penelitian atau pemikiran murni dari penulisnya dalam membahas atau memecahkan permasalahan yang dijadikan topik atau dibicarakan dalam seminar.
b)      Naskah bersambung
Naskah bersambung sebatas masih berdasarkan cirri-ciri penulisan ilmiah, bisa disebut karya tulis ilmiah. Misalnya hasil penelitian yang ditulis secara bersambung, dimana antara tulisan pertama dengan tulisan selanjutnya masih saling terkait. Dua tulisan atau lebih yang mempunyai pokok bahasan sama dan diterbitkan dalam satu penerbitan, merupakan salah satu bentuk karya tulis ilmiah. Penerbitan karya tulisan bersama ini seing disebut dengan jurnal karya ilmiah.
2.      Laporan hasil penelitian
Laporan adalah bagian dari bentuk karya tulis ilmiah yang cara penulisannya dilakukan relatif singkat. Biasanya laporan ini dilakukan oleh para penulis pemula, dimana materinya berasal dari kegiatan-kegiatan percobaan. Observasi, pelaksanaan kerja, dan sebagainya. Contoh : Laporan Praktikum Biologi, Laporan Kuliah Kerja Nyata, dan seterusnya. Laporan seperti ini bisa dikelompokkan sebagai karya tulis ilmiah karena berisikan hasil dari suatu kegiatan penelitian meskipun masih dalam tahap awal.
3.      Jurnal penelitian

Jurnal penelitian adalah buku yang berisi karya ilmiah terdiri dari hasil penelitian dan resensi buku. Penerbitan jurnal penelitian ini harus teratur (kontinyu) dan mendapatkan nomer dari perpustakaan nasional berupa ISSN (International Standard Serial Number).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar