A.
Pengertian Karya Ilmiah
Seperti yang telah dipaparkan pada bagian
pendahuluan, karya ilmiah merupakan karya tulis yang menyajikan gagasan,
deskripsi atau pemecahan masalah secara sistematis, disajikan secara objektif
dan jujur, dengan menggunakan bahasa baku, serta didukung olehh fakta, teori,
dan/atau bukti-bukti empiris. Dalam hal ini, karya tulis ilmiah dapat dikatakan
sebagai hasil rangkaian gagasan yang merupakan hasil pemikiran yang didasarkan
pada fakta, peristiwa, dan gejala yang disampaikan secara akurat dan dapat
dipertanggungjawabkan.
Karya ilmiah merupakan karya tulis yang isinya
berusaha memaparkan suatu pembahasan secara ilmiah yang dilakukan oleh seorang
penulis atau peneliti. Tujuannya untuk memberitahukan sesuatu hal secara logis
dan sistematis kepada para pembaca. Karya ilmiah biasanya ditulis untuk mencari
jawaban mengenai suatu hal dan untuk membuktikan kebenaran tentang sesuatu yang
terdapat dalam objek tulisan. Maka sudah selayaknyalah, jika tulisan ilmiah
sering mengangkat tema seputar hal-hal yang baru (aktual) dan belum pernah
ditulis orang lain. Meskipun tulisan tersebut sudah pernah ditulis dengan tema
yang sama, namun tujuannya adala sebagai upaya pengembangan dari tema
terdahulu. Hal semacam ini disebut juga dengan penelitian lanjutan.
Menurut Mailani (dalam http://blog4makalah.blogspot.com.),
karya tulis ilmiah adalah suatu tulisan yang membahas suatu permasalahan.
Pembahasan itu dilakukan berdasarkan penyelidikan, pengamatan, pengumpulan data
yang diperoleh melalui suatu penelitian. Karya tulis ilmiah melalui penelitian
ini menggunakan metode ilmiah yang sistematis untuk memperoleh jawaban secara
ilmiah terhadap permasalahan yang diteliti. Untuk memperjelas jawaban ilmiah
berdasarkan penelitian, penulisan karya tulis ilmiah hanya dapat dilakukan
sesudah timbul suatu masalah, yang kemudian dibahas melalui penelitian dan
kesimpulan dari penelitian tersebut. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa karya
tulis ilmiah adalah suatu produk dari kegiatan ilmiah. Membicarakan produk
ilmiah, pasti kita membayangkan kegiatan yang dilakukan untuk menghasilkan temuan
baru yang bersifat ilmiah, yaitu penelitian. Memang temuan ilmiah dilakukan
melalui penelitian, namun tidak hanya penelitian merupakan satu-satunya karya
tulis ilmiah. (Menulis Karya Ilmiah.2013.halaman 7)
Setiap karya tulis ilmiah yang
dihasilkan seseorang tidak dengan serta merta dinamakan karya ilmiah, karena
karya tulis ilmiah memiliki kekhususan. Beberapa kekhususan tersebut,
diantaranya (1) mengupas dan mempermasalahkan pengetahuan, (2) menerapkan
kebenaran ilmiah dan disajikan dengan metode ilmiah, (3) menggunakan bentuk dan
bahasa ilmiah. Dengan demikian, setiap karya tulis yang memiliki kekhususan
tersebut dapat dikategorikan sebagai karya tulis ilmiah. (Merancang Karya Tulis Ilmiah.2012.halaman 2)
Berdasarkan uraian di atas dapat ditarik kesimpulan
bahwa karya ilmiah merupakan laporan tertulis dan dipublikasi yang memaparkan
hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau
sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan
ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Ciri-ciri karya ilmiah :
1.
Objektif
Keobjektifan
ini menampak pada setiap fakta dan data yang diungkapkan berdasarkan kenyataan
yang sebenarnya, tidak dimanipulasi. Juga setiap pernyataan atau simpulan yang
disampaikan berdasarkan bukti-bukti yang bisa dipertanggungjawabkan. Dengan
demikian, siapa pun dapat mengecek (memverifikasi) kebenaran dan keabsahannya.
2.
Netral
Kenetralan
ini bisa terlihat pada setiap pernyataan atau penilaian bebas dari
kepentingan-kepentingan tertentu baik kepentingan pribadi maupun kelompok. Oleh
karena itu, pernyataan-pernyataan yang bersifat mengajak, membujuk, atau
memengaruhi pembaca perlu dihindarkan.
3.
Sistematis
Uraian
yang terdapat pada karya ilmiah dikatakan sistematis apabila mengikuti pola
pengembangan tertentu, misalnya pola urutan, klasifikasi, kausalitas, dan
sebagainya. Dengan cara demikian, pembaca akan bisa mengikutinya dengan mudah alur
uraiannya.
4.
Logis
Kelogisan
ini bisa dilihat dari pola nalar yang digunakannya, pola nalar induktif atau
deduktif. Kalau bermaksud menyimpulkan suatu fakta atau data digunakan pola
induktif; sebaliknya, kalau bermaksud membuktikan suatu teori atau hipotesis
digunakan pola deduktif.
5.
Menyajikan fakta (bukan emosi atau
perasaan)
Setiap
pernyataan, uraian, atau simpulan dalam karya ilmiah harus faktual, yaitu
menyajikan fakta. Oleh karena itu, pernyataan atau ungkapan yang emosional
(menggebu-gebu seperti orang berkampanye, perasaan sedih seperti orang berkabung,
perasaan senang seperti orang mendapatkan hadiah, dan perasaan marah seperti
orang bertengkar) hendaknya dihindarkan.
6.
Tidak pleonastis
Maksudnya
kata-kata yang digunakan tidak berlebihan alias hemat kata-katanya atau tidak
berbelit-belit (langsung tepat menuju sasaran).
7.
Bahasa yang digunakan adalah ragam
formal
Dalam
menulis karya ilmiah tidak boleh menggunakan bahasa ragam santai. Oleh sebab
itu, bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia ragam formal, yaitu bahasa
Indonesia yang baik dan benar.
Kegunaan Karya Ilmiah :
Pada dasarnya semua ilmu
ataupun teknologi yang ada di dunia ini, perlu diteliti, ditingkatkan dan
dikembangkan fungsi dan peranannya untuk melahirkan perubahan. Karena yang
kekal di dunia ini hanya satu, yaitu perubahan. Perubahan yang positif
melahirkan kemajuan dan kemajuan inilah yang dituntut oleh ilmu pengetahuan.
Tanpa kemajuan, kehidupan di dunia tidak ada artinya sama sekali.
Salah satu cara untuk
mencapai kemajuan adalah dengan melakukan pengamatan, pengkajian, dan
penelitian dari sumber-sumber ilmu tersebut yang dituangkan dalam bentuk karya
tulis ilmiah. Salah satu tugas para ilmuwan (scientists)
atau para pandit (scholars) adalah
memaparkan hasil kajian, pengamatan atau penelitiannya kepada masyarakat luas.
Sebenarnya kegunaan
penulisan karya tulis ilmiah bukan hanya sekadar untuk mendapatkan gelar atau
memperoleh kredit point untuk kenaikan jabatan, tetapi tujuan utama dibuatnya
karya tulis ilmiah adalah untuk mendokumentasikan hasil-hasil penelitian yang
berhasil mendapatkan atau membuktikan kebenaran ilmiah. Mungkin yang tidak sama
adalah gradasi kebenaran imliah yang ingin atau berhasil dicapai oleh seseorang.
Bagi seorang peneliti profesional, keuntungan yang paling besar dan berharga
dari semua karyanya adalah jika ia menemukan kebenaran ilmiah yang kemudian
dibukukan.
Penemuan kebenaran
ilmiah yang kemudian dibukukan dalam karya tulis ilmiah itu bertujuan untuk :
a.
Pengakuan scientifik objektif untuk
memperkaya khazanah ilmu pengetahuan, dengan pemaparan teori-teori baru yang
sahih serta terandalkan.
b.
Pengakuan praktisial objektif guna
membantu pemecahan problema praktisi yang mendesak.
B.
Jenis-Jenis Karya
Ilmiah
Pada prinsipnya semua karya tulis ilmiah
itu sama yaitu hasil dari suatu kegiatann ilmiah. Yang memebedakan hanyalah
materi, susunan, tujuan serta panjang pendeknya karya tulis ilmiah tersebut.
Penentuan jenis atau macam karya ilmiah biasanya disesuaikan dengan
keperuntukannya karya ilmiah tersebut. Secara garis besar, karya ilmiah di
klasifikasikan menjadi dua, yaitu karya ilmiah pendidikan dan karya ilmiah
penelitian
a. Karya Ilmiah Pendidikan
1.
Karya ilmiah pendidikan digunakan
sebagai tugas untuk meresume pelajaran, serta sebagai persyaratan mencapai
suatu gelar pendidikan. Karya ilmiah pendidikan terdiri dari :
a)
Paper (karya tulis)
Paper atau lebih
popular dengan sebutan karya tulis, adalah karya ilmiah berisi ringkasan atau
resume dari suatu mata kuliah tertentu atau ringkasan dari suatu ceramah, yang
diberikan oleh dosen kepada mahasiswanya.
b)
Pra skripsi
Pra skripsi adalah
karya tulis ilmiah pendidikan yang digunakan sebagai persyaratan mendapatkan
gelar sarjana muda. Karya tulis ini disyaratkan bagi mahasiswa pada jenjang
akademi atau setingkat diploma (D-3).
Materi tulisannya sudah menggunakan kaidah ilmiah, yaitu berdasarkan hasil
penelitian atau survey. Karena masih
berupa pra skripsi, jumlah halaman umumnya ditentukan paling sedikit minimal 15
halaman.
c)
Skripsi
Skripsi adalah karya
tulis ilmiah pendidikan yang diperuntukkan sebagai persyaratan mahasiswa
mendapatkan gelar sarjana (S-1). Istilah skripsi berasal dari kalimat deskripsi
(description), yang berarti
memberikan gambaran tentang suatu masalah yang dibahas dengan memaparkan data
serta pustaka, untuk menghasilkan kesimpulan. Pembahasan dalam skripsi harus
dilakukan mengikuti alur pemikiran ilmiah yaitu logis dan empiris (mendalam).
Logis dan empiris artinya, pembahasannya harus masuk akal dan mendalam, dengan
pembuktian berupa data yang diperoleh dari penelitian lapangan.
d)
Thesis
Thesis adalah suatu
karya ilmiah pendidikan yang peruntukannya sebagai salah satu persyaratan bagi
mahasiswa pascasarjana untuk mendapatkan gelar magister (S-2). Sebenarnya,
secara teoretis pembuatan skripsi sama dengan thesis, yaitu bersumber pada data
dan pustaka. Data diperoleh dari lapangan berupa hasil penelitian, sedangkan
pustaka didapat dari literature di perpustakaan.
Istilah thesis berasal dari kalimat sinthesa
(sinthation). Kalau skripsi bertujuan mendeskripsikan ilmu, maka thesis
bertujuan mensinthesakan ilmu yang diperoleh dari perguruan tinggi, guna
memperluas khazanah ilmu yang didapatkan dari bangku kuliah. Perluasan khazanah
itu terutama berupa temuan-temuan baru hasil dari suatu penelitian.
e)
Disertasi
Disertasi (dissertation) adalah suatu karya tulis
ilmiah yang mempunyai sumber utama berupa penyelidikan laboratorium, atau
penelitian lapangan. Jadi disertasi harus menghasilkan satu temuan baru, baik
dari ilmu sosial ataupun ilmu eksakta. Di kalangan perguruan tinggi, karya tulis
ilmiah disertasi merupakan tugas
akhir yang dibebankan kepada seorang
mahasiswa dari perguruan tingginya, untuk meraih gelar doktor.
2.
Karya ilmiah panduan
a)
Panduan Pelajaran (textbook)
Panduan pelajaran
(textbook) merupakan salah satu bentuk karya tulis ilmiah. Bedanya, panduan
pelajaran bukan merupakan hasil penelitian, tetapi ringkasan dari pelajaran
atau mata kuliah.
b)
Buku pegangan (handbook)
Buku pegangan
(handbook) adalah bentuk karya tulis ilmiah yang bertujuan memberikan petunjuk
cara mengoperasionalkan suatu barang yang sudah ada. Misalnya buku pegangan
mengoperasionalkan pengisian data penelitian dalam komputer, petunjuk
penggunaan peralatan laboratorium, dan sebagainya.
c)
Buku pelajaran (diktat)
Buku pelajaran (diktat)
termasuk kelompok karya tulis ilmiah. Hanya saja dibuatnya bukan berdasarkan
penelitian, tetapi materi pelajaran atau mata kuliah dari suatu ilmu.
Diktat biasanya dibuat oleh guru, dosen atau guru besar
untuk mata pelajaran atau mata kuliah yang diajarkannya. Bisa jadi seorang
guru, dosen atau guru besar membuat buku pelajaran atau diktat yang tidak
diajarkannya sendiri, namun demikian penulis buku tersebut harus benar-benar
menguasai ilmu dari pelajaran atau mata kuliah yang ditulisnya itu.
3.
Karya ilmiah referensi
a)
Kamus
Kamus juga termasuk
karya ilmiah. Kamus berisi kumpulan kata-kata yang mengandung arti yang sama,
atau terjemahan kata dari dua bahasa atau lebih. Misalnya kamus bahasa Inggris,
bahasa Indonesia, bahasa Jawa dan sebagainya. Isinya, memuat penjelasan lebih
detail lagi dari suatu kata.
b)
Ensiklopedi
Ensiklopedi adalah buku
yang berisi berbagai keterangan atau uraian ringkas tentang cerita-cerita, llmu
pengetahuan yang disusun menurut abjad atau menurut lingkungan ilmu. Misalnya
ensiklopedi satwa Indonesia, ensiklopedi raja-raja di Jawa, ensiklopedi flora
& fauna Indonesia dan sebagainya.
Ensiklopedi ini masuk kategori karya ilmiah karena bisa
dijadikan referensi atau rujukan untuk menunjang atau melengkapi
tulisan-tulisan ilmiah.
b. Karya Ilmiah Penelitian
1.
Makalah seminar
a)
Naskah seminar
Naskah seminar adalah
karya ilmiah berisi uraian dari topik yang membahas suatu permasalahan yang
akan disampaikan dalam forum seminar. Naskah ini bisa berdasarkan hasil
penelitian atau pemikiran murni dari penulisnya dalam membahas atau memecahkan
permasalahan yang dijadikan topik atau dibicarakan dalam seminar.
b)
Naskah bersambung
Naskah bersambung
sebatas masih berdasarkan cirri-ciri penulisan ilmiah, bisa disebut karya tulis
ilmiah. Misalnya hasil penelitian yang ditulis secara bersambung, dimana antara
tulisan pertama dengan tulisan selanjutnya masih saling terkait. Dua tulisan
atau lebih yang mempunyai pokok bahasan sama dan diterbitkan dalam satu
penerbitan, merupakan salah satu bentuk karya tulis ilmiah. Penerbitan karya
tulisan bersama ini seing disebut dengan jurnal karya ilmiah.
2.
Laporan hasil penelitian
Laporan adalah bagian
dari bentuk karya tulis ilmiah yang cara penulisannya dilakukan relatif
singkat. Biasanya laporan ini dilakukan oleh para penulis pemula, dimana
materinya berasal dari kegiatan-kegiatan percobaan. Observasi, pelaksanaan
kerja, dan sebagainya. Contoh : Laporan Praktikum Biologi, Laporan Kuliah Kerja
Nyata, dan seterusnya. Laporan seperti ini bisa dikelompokkan sebagai karya
tulis ilmiah karena berisikan hasil dari suatu kegiatan penelitian meskipun
masih dalam tahap awal.
3.
Jurnal penelitian
Jurnal penelitian adalah buku yang
berisi karya ilmiah terdiri dari hasil penelitian dan resensi buku. Penerbitan
jurnal penelitian ini harus teratur (kontinyu) dan mendapatkan nomer dari
perpustakaan nasional berupa ISSN (International Standard Serial Number).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar