pages

Selasa, 24 Oktober 2017

Pentingnya Organisasi Bagi Mahasiswa

Pentingnya Organisasi Bagi Mahasiswa

Organisasi Bagi Mahasiswa

            Menjadi seorang mahasiswa bukanlah hal yang mudah, namun menjadi mahasiswa juga bukan merupakan hal yang sulit jika kita mau untuk menjalaninya dengan baik. Caranya, kita harus menjalankan kewajiban kita sebagai mahasiswa dengan semestinya. Kita jangan hanya menjadi mahasiswa yang biasa biasa saja. Kita harus mengikuti perkembangan dan pergaulan kampus, tentunya perkembangan yang berdampak positif bagi perkuliahan kita.
            Di kampus, kikta harus memiliki jiwa social yang tinggi. Itu semua bisa diwujudkan dengan bergabung ke organisasi mahasiswa. Disini kita bisa menunjukkan bahwa kita mampu memberikan dampak yang baik bagi lingkungan kampus serta kita bisa mengembangkan soft skill kita. Dan tentunya menjadi contoh bagi rekan-rekan yang akan bergabung kedepannya.
            Organisasi tidak bisa dipisahkan dengan mahasiswa di kampus. Organisasi memiliki banyak sekali manfaat bagi kita sebagai mahasiswa. Namun saat ini kesadaran itu semakin berkurang dilihat dari semakin kurang mahasiswa yang berminat masuk ke sebuah organisasi. Padahal dengan organisasi, kita mampu menemukan jati diri kita yang sesungguhnya  sebagai kaum intelektual. Kita juga bisa merasakan menjadi pemimpin pada sebuah organisasi.
            Dalam berorganisasi, kita bisa mengenal dunia kampus secara lebih nyata. Misalnya, dulu kita tidak terbiasa atau gugup jika harus berbicara di depan banyak orang atau berpidato. DEngan berorganisasi, kita membiasakan dan melatih diri kita untuk hal hal tersebut. Setidaknya dengan berorganisasi, kit mampu berbicara secara terbuka didepan banyak orang.
            Aspek utama yang harus kita miliki jika kita mau bergabung ke sebuah organisasi adalah mental. Jika kita sudah punya mental untuk berproses bersama organisasi tersebut, mudah bagi kita untuk menyesuaikan perjalanan selanjutnya. Setelah itu barulah kita melaksanakan pembinaan pelatihan  dalam organisasi tersebut. Berbeda dengan yang tidak pernah berorganisasi, jangankan berbicara secara terbuka didepan banyak orang, menyampaikan pendapat pada diskusi saja mereka gugup.
            Betapa pentingnya organisasi tidak bisa kita ukur secara formal. Namun manfaatnya akan kita rasakan dengan perasaan. Dahulunya kita yang hanya mahasiswa pendiam dan jarang bergaul, dengan berorganisasi kita bisa mengeluarkan pendapat dan berbicara di depan umum dengan tenang dan tidak gugup.
            Seorang mahasiswa akan mengarungi perjalanan yang panjang dalam menempuh perkuliahan. Maka mereka harus mecari jati diri mereka. Kesempatan itu janganlah disia-siakan, karena kita harus memanfaatkan hal yang positif bagi diri kita sendiri maupun orang lain. Bagi mahasiswa yang belum menemukan jati dirinya, maka berusahalah untuk bergabung ke dalam organisasi yang ada di kampus. Semua itu akan berguna untuk kelangsungan perkuliahan dan mampu menjalin persahabatan antara sesame mahasiswa yang ada di kampus.
            Mungkin kita pernah mendengan istilah mahasiswa “kupu-kupu” yang artinya mahasiswa kuliah pulang. Yang dimaksud adalah mahasiswa tersebut hanya mengikuti perkuliahaan tanpa tahu informasi yang ada di kampus. Memang tugas mahasiswa sejatinya mengikuti perkuliahan. Akan tetapi kita juga perlu untuk mengembangkan soft skill kita. Ini akan berguna bagi kita semasa kuliah maupun masa yang akan datang.

Pentingnya Organisasi Mahasiswa
            Organisasi pada dasarnya merupakan tempat atau wadah dimana orang orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya, sarana dan prasarana, data dan lain sebagainya untuk mencapai tujuan organisasi. Organisasi mahasiswa adalah wahana dan sarana pengembangan diri mahasiswa ke arah perluasan wawasan dan peningkatan kecendikiawanan serta integritas kepribadian untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik.
            Artinya denga definisi trersebut kita memahami betapa besarbya tanggung jawab dari organisasi mahasiswa yang secara  perlahan harus kita penuhi sebagai beban moral dalam memperjuangkan apa yang digariskan para pendahulu kita.
Beberapa tips bisa kita jadikan pegangan dalam memilih organisasi, agar organisasi itu sesuai dan bermanfaat bagi kita, antara lain :
1.      Lihat visi dan misi organisasi
2.      Pelajari jenis kegiatan yang dilakukan. Apakah sesuai minat, kemampuanm dan waktu luang kita?
3.      Posis apa saja yang ada di dalam organisasi itu. Sesuaikan posisi yang kita inginkan. Kemudian pelajari jika kita ada di posisi tersebut.
4.      Setelah bergabung, tunaikan hak dan kewajiban dengan bersemangat
.
Manfaat ikut Organisasi Mahasiswa di Kampus
1.      Melatih leadership
2.      Belajar mengatur waktu
3.      Mempeluas jaringan atau Networking
4.      Mengasah Kemampuan social
5.      Problem solving dan manajemen konflik
6.      Membentuk pola piker yang lebih baik
7.      Menjadi kuat dalam menghadapi tekanan
8.      Ajang latihan dunia kerja yang sesungguhnya
9.      Meningkatkan wawasan atau pengetahuan
10.  Meningkatkan kemampuan berkomunikasi


Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa organisasi mahasiswa berperan sebagai ajang stimulasi atau latihan dunia kerja yang sesungguhnya. Hal ini disebabkan  karena bangku sekolah atau perkuliahan tidak mengajari kemampuan-kemampuan yang tergolong soft skill seperti ini. Saat berada di dalam kelas, kita sebatas mendapat pengetahuan teknis akan suatu disiplin ilmu. Di buku-buku teks yang banyak dijual sebenarnya banyak mencantumkan teori-teori dan tips-tips praktis mengenai soft skill. Namun jika tidk di praktekan ke dalam bentuk perbuatan nyata ya sama saja nihil. Berdasarkan pengalaman para recruiter perusahaan, seingkali memiliki riwayat organisasi memang merupakan nilai tambah bagi calon pegawai baru. Seperti poin-poin mengenai manfaat organisasi di atas, kebanyakan perusahaan berpendapat bahwa calon pegawai yang memiliki pengalaman oragnisasi lebih terlatih  jiwa kepemimpinannya, memiliki manajemen waktu yang lebih baik, jaringannya yang lebih luas, keterampialn interpersonalnya juga lebih baik, serta pemilihan solusi dan pemecahan masalah yang lebih baik dan terlatih menyelesaikan konflik jika disbanding mereka yang tidak memiliki pengalaman organisasi.

SUMBER ARTIKEL

Rabu, 04 Oktober 2017

FEBI UIN Sunan Kalijaga Inisiasi Seminar Nasional Dan Pembentukan Konsorsium Keilmuan Prodi Di Fakultas Ekonomi Dan Bisnis (Islam) Se-Indonesia

FEBI UIN Sunan Kalijaga Inisiasi Seminar Nasional Dan Pembentukan Konsorsium Keilmuan Prodi Di Fakultas Ekonomi Dan Bisnis (Islam) Se-Indonesia

 
 
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Kalijaga adakan Seminar Nasional Seminar Nasional Dan Pembentukan Konsorsium Keilmuan Prodi Di Fakultas Ekonomi Dan Bisnis (Islam) Se-Indonesia. Kegiatan ini berlangsung Selasa (16/05) bertempat di University Hotel Yogyakarta. Acara ini melibatkan peserta yang terdiri dari utusan anggota Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (AFEBIS) dan utusan prodi-prodi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (Islam) di lingkungan PTAIN.
Dekan FEBI, Dr. Safiq Mahmadah Hanafi, dalam sambutannya menyampaikan tujuan di adakan acara ini yaitu terciptanya sinergi perguruan tinggi dan industri lembaga keuangan syariah dalam peningkatan market share industri keuangan syariah di Indonesia. Selain itu juga membangun SDM yang handal, profesional, kreatif-inovatif dengan tetap menjamin kesesuaian syariah (sharia complience).
Dalam Seminar yang bertemakan ‘Sinergi Perguruan Tinggi dan Lembaga Keuangan Syariah (LKS), Outlook Ekonomi Indonesia Tahun 2017 Peluang dan Tantangan Industri Keuangan Syariah di Indonesia’, menghadirkan Narasumber yang ahli dibidangnya yaitu; Dr. Ir. Paristiyanti Nurwardani, MP, Fikri Ausyah (OJK), Sukma Dwi Priyadi (BSM) dan Dr. Anggito Abimanyu, M.Sc (Dosen dan Praktisi Perbankan Syariah)
Paristiyanti Nurwadani dalam uraiannya menyampaikan bahwa Indonesia kini telah menjadi salah satu negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan anggota G-20. Menurut ADB, pertumbuhan ekonomi di Indonesia mencapai 48% pada tahun 2016, dan termasuk stabil dalam 5 tahun terakhir.Selain itu juga, menurut proyeksi McKinsey Global Institute tahun 2012, Indonesia yang saat ini menempati posisi ke-16 sebagai negara dengan ekonomi terbesar, pada tahun 2030 akan termasuk ke dalam jajaran 7 negara dengan ekonomi terbesar. Namun demikian, penunjang keberhasilan Indonesia dalam mencapai stabilitas ekonomi tidak terlepas dari peran pendidikan, termasuk pendidikan tinggi.
Negara besar seperti Indonesia dengan jumlah penduduk sekitar 255 juta orang,sejumlah tantangan juga berada di depan kita. Pertama, bagaimana agar negara kita tidak terjebak dalam middle income trap. Yang menjadi penyebab utamanya adalah perlambatan pertumbuhan produktivitas, misal karena ketidakmampuan negara untuk bersaing dengan tingkat upah rendah ataulow-skilled labour. Kedua, adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN. Di Era globalisasi/MEA saat ini, berbagai jenis produk dan jasa yang ditawarkan oleh pasar khususnya ekonomi syariah semakin meningkat. Permasalahan ekonomi syariah pun semakin kompleks, menuntut manusia untuk terus berusaha mencari solusi dalam memenuhi kebutuhannya.
“Berdasarkan data dalam sepuluh tahun terakhir rata-rata pertumbuhan perbankan syariah adalah 33.2% sedangkan market share industri keuangan syariah sebesar 5.13%”, tutur Paristiyanti.
Anggito Abimanyu dalam pemaparanya menyampaikan bahwa kondisi saat ini, sebanyak 85% SDM Bank Syariah merupakan lulusan S1 dan dari sebanyak 95% dari lulusan S1 tersebut berasal dari S1 non syariah. Hal besar inilah yang menjadi keprihatinan dan PR besar bagi kita penggiat perbankan syariah. Momentum kebangkitan ekonomi umat perlu dilakukan untuk membumikan ekonomi syariah, di antaranya yaitu; Ekonomi dan perdagangan umat harus berjamaah, membangun perdagangan dalam negeri yang islami secara berjamaah, dari hulu hingga hilir, yaitu dari produsen hingga distributor. Selain hal tersebut perlu juga didirikan Koperasi syariah. (Doni TW-Humas UIN Suka)