pages

Senin, 18 Desember 2017

Internet Sehat Untuk Anak

Saat ini siapa yang tidak kenal dengan dunia maya atau lebih di kenal dengan sebutan internet, masyarakat kecil, menengah terlebih kalangan atas pun semua menggunakan internet, hanya saja terbatas kemampuan bagi mereka yang tidak bisa mengakses. Internet bisa lebih mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi adalah dengan memberdayakan masyarakat dengan mengusung ide internet cerdas.
 Maksudnya adalah, agar masyarakat secara cerdas dapat memanfaatkan teknologi informasi, khususnya internet, yang berfungsi sebagai alat untuk membuat masyarakat itu sendiri makin cerdas, sehat, mandiri dan sejahtera. Internet merupakan jaringan komunikasi dan informasi global. Berjuta manfaat bisa didapat hanya bermodalkan kemampuan dan kemauan menggunakan internet, seperti berkorespodensi dengan mudah, murah, dan cepat keseluruh penjuru dunia; mendapatkan data dan informarsi untuk membantu tugas sekolah/kampus/pekerjaan; mendapatkan berita informasi/berita nasional dan manca Negara; mencari pekerjaan atau beasiswa; mengumpulkan resep masakan; memperluas jaringan pertemanan dan bisnis; menggali ilmu dan agama, dan kegiatan lainnya.
Pada kemajuan teknologi yang begitu pesat di era yang telah berkembang, membuat segala macam informasi bisa dengan mudah didapatkan. Namun, apakah semua informasi tersebut bermanfaat? Ada kalanya, informasi maupun konten yang kita dapatkan dari internet tidak seluruhnya "sehat", terutama untuk perkembangan anak-anak. Tidak semua konten, dapat layak dikonsumsi oleh anak-anak.
Bagi kalian para orang tua, kakak atau yang terlibat langsung dengan perkembangan anak-anak. Berikut ada tips yang bisa dilakukan supaya anak berinternet dengan sehat dari Kak Rita, selaku founder Komunitas Internet Sahabat Anak (KISA):
1. Dampingi saat anak menggunakan gadget/internet.
Di era digital seperti sekarang, anak-anak tidak bisa lagi dihindarkan dari gadget/internet. Anak-anak perlu diperkenalkan pada internet tapi harus didampingi supaya mereka tidak mengakses dan terpapar konten negatif. Selain itu, dengan memberikan pendampingan, orang tua juga bisa melihat potensi dan bakat anak, serta mengarahkan anak-anak untuk memanfaatkan internet seperti membuat games sederhana, desain, menulis cerita, dsb.
2. Batasi waktu bermain gadget/internet
Untuk anak-anak di bawah usia 2 tahun, sebaiknya sama sekali tidak diperkenankan menggunakan gadget/internet. Di atas usia 2 tahun, mulai diperbolehkan bermain gadget/internet dengan memberikan batasan waktu sesuai tingkat usianya. Saya sendiri membolehkan putri saya yang berusia 8 tahun untuk bermain internet/gadget dengan memberikan batasan waktu yaitu 2 jam sehari. Selebihnya, anak-anak diajak untuk melakukan aktivitas lainnya seperti bermain musik, beraktifitas di luar rumah, bersepeda, menggambar, merancang bangunan dengan permainan balok, dsb.
3. Berikan alasan dan penjelasan saat memberikan gadget/internet kepada anak-anak
Jangan memberikannya hanya untuk sekedar gaya-gayaan atau ikut-ikutan saja. Bila dirasa perlu untuk komunikasi, bisa diberikan gadget yang disesuaikan dengan kebutuhannya. Lalu berikan pemahaman dan diskusikan tentang apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan dengan alat teknologi tersebut.
4. Ajarkan Literasi Media
Karena orang tua tidak bisa selalu ada di dekat mereka. Jadi, ajarkan anak-anak untuk memahami mana saja konten yang positif, netral, dan negatif. Tanamkan rasa disiplin dan tanggung jawab dalam berinternet. Sehingga anak-anak memiliki kekebalan dan mengetahui konten mana yang boleh dan tidak boleh dia akses. Sehingga tidak mudah terpengaruh juga oleh teman-temannya.
5. Parental Control
Yang harus dilakukan juga adalah menggunakan parental control untuk memblokir situs-situs berbahaya bagi anak. Saat ini, ada beberapa parental control yang bisa didownload secara gratis. Tapi, parental control terbaik tetap saja adalah orang tuanya.
Sekian tipsnya sahabat desa coding, semoga sangat bisa di praktekkan dirumah.
Perlu diketahui juga dengan menggunakan jejaring sosial, ada beberapa hal yang harus diingat yaitu :
1.      Memasang profil diri secukupnya saja karena rentan dimanfaatkan orang lain.
2.      Waspadalah ketika bertemu offline dengan orang yang dikenal di internet.
3.      Jangan memasang foto tidak layak karena berpotensi disalahgunakan orang lain.
4.      Selektiflah mengapprove atau meng add teman, khusunyayang belum dikenal sebelumnya.


            Ingatlah !! yang ditulis dijejaring sosial akan dibaca banyak orang dan tersbar luas. Dampaknya berpotensi merugikan diri sendiri atau orang lain dan sangat mungkin berujung pada tuntutan hokum. Banyak cara sebenarnya untuk berinternet sehat dan aman, karena dengan berinternet sehat dapat menyelamatkan kita dari berbagai kondisi yang tidak menyenangkan termasuk ancaman kejahatan. Dan yang terpenting jadikan internet media yang posistif guna membangun generasi bangsa yang maju dan berpotensi khususnya di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar