Saat ini siapa yang tidak kenal dengan
dunia maya atau lebih di kenal dengan sebutan internet, masyarakat kecil,
menengah terlebih kalangan atas pun semua menggunakan internet, hanya saja
terbatas kemampuan bagi mereka yang tidak bisa mengakses. Internet bisa lebih
mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi adalah dengan memberdayakan
masyarakat dengan mengusung ide internet cerdas.
Maksudnya adalah, agar masyarakat secara
cerdas dapat memanfaatkan teknologi informasi, khususnya internet, yang
berfungsi sebagai alat untuk membuat masyarakat itu sendiri makin cerdas,
sehat, mandiri dan sejahtera. Internet merupakan jaringan komunikasi dan
informasi global. Berjuta manfaat bisa didapat hanya bermodalkan kemampuan dan
kemauan menggunakan internet, seperti berkorespodensi dengan mudah, murah, dan
cepat keseluruh penjuru dunia; mendapatkan data dan informarsi untuk membantu
tugas sekolah/kampus/pekerjaan; mendapatkan berita informasi/berita nasional
dan manca Negara; mencari pekerjaan atau beasiswa; mengumpulkan resep masakan;
memperluas jaringan pertemanan dan bisnis; menggali ilmu dan agama, dan kegiatan
lainnya.
Pada kemajuan teknologi yang begitu
pesat di era yang telah berkembang, membuat segala macam informasi bisa dengan
mudah didapatkan. Namun, apakah semua informasi tersebut bermanfaat? Ada
kalanya, informasi maupun konten yang kita dapatkan dari internet tidak
seluruhnya "sehat", terutama untuk perkembangan anak-anak. Tidak
semua konten, dapat layak dikonsumsi oleh anak-anak.
Bagi kalian para orang tua,
kakak atau yang terlibat langsung dengan perkembangan anak-anak. Berikut ada
tips yang bisa dilakukan supaya anak berinternet dengan sehat dari Kak Rita,
selaku founder Komunitas Internet Sahabat Anak (KISA):
1. Dampingi saat anak
menggunakan gadget/internet.
Di era digital seperti
sekarang, anak-anak tidak bisa lagi dihindarkan dari gadget/internet. Anak-anak
perlu diperkenalkan pada internet tapi harus didampingi supaya mereka tidak
mengakses dan terpapar konten negatif. Selain itu, dengan memberikan
pendampingan, orang tua juga bisa melihat potensi dan bakat anak, serta
mengarahkan anak-anak untuk memanfaatkan internet seperti membuat games
sederhana, desain, menulis cerita, dsb.
2. Batasi waktu bermain
gadget/internet
Untuk anak-anak di bawah usia
2 tahun, sebaiknya sama sekali tidak diperkenankan menggunakan gadget/internet.
Di atas usia 2 tahun, mulai diperbolehkan bermain gadget/internet dengan
memberikan batasan waktu sesuai tingkat usianya. Saya sendiri membolehkan putri
saya yang berusia 8 tahun untuk bermain internet/gadget dengan memberikan
batasan waktu yaitu 2 jam sehari. Selebihnya, anak-anak diajak untuk melakukan
aktivitas lainnya seperti bermain musik, beraktifitas di luar rumah, bersepeda,
menggambar, merancang bangunan dengan permainan balok, dsb.
3. Berikan alasan dan
penjelasan saat memberikan gadget/internet kepada anak-anak
Jangan memberikannya hanya
untuk sekedar gaya-gayaan atau ikut-ikutan saja. Bila dirasa perlu untuk
komunikasi, bisa diberikan gadget yang disesuaikan dengan kebutuhannya. Lalu
berikan pemahaman dan diskusikan tentang apa saja yang boleh dan tidak boleh
dilakukan dengan alat teknologi tersebut.
4. Ajarkan Literasi Media
Karena orang tua tidak bisa
selalu ada di dekat mereka. Jadi, ajarkan anak-anak untuk memahami mana saja
konten yang positif, netral, dan negatif. Tanamkan rasa disiplin dan tanggung
jawab dalam berinternet. Sehingga anak-anak memiliki kekebalan dan mengetahui
konten mana yang boleh dan tidak boleh dia akses. Sehingga tidak mudah
terpengaruh juga oleh teman-temannya.
5. Parental Control
Yang harus dilakukan juga
adalah menggunakan parental control untuk memblokir situs-situs berbahaya bagi
anak. Saat ini, ada beberapa parental control yang bisa didownload secara
gratis. Tapi, parental control terbaik tetap saja adalah orang tuanya.
Sekian tipsnya sahabat desa coding, semoga sangat bisa di praktekkan dirumah.
Sekian tipsnya sahabat desa coding, semoga sangat bisa di praktekkan dirumah.
Perlu diketahui juga
dengan menggunakan jejaring sosial, ada beberapa hal yang harus diingat yaitu :
1. Memasang
profil diri secukupnya saja karena rentan dimanfaatkan orang lain.
2. Waspadalah
ketika bertemu offline dengan orang yang dikenal di internet.
3. Jangan
memasang foto tidak layak karena berpotensi disalahgunakan orang lain.
4. Selektiflah
mengapprove atau meng add teman, khusunyayang belum dikenal sebelumnya.
Ingatlah
!! yang ditulis dijejaring sosial akan dibaca banyak orang dan tersbar luas. Dampaknya
berpotensi merugikan diri sendiri atau orang lain dan sangat mungkin berujung
pada tuntutan hokum. Banyak cara sebenarnya untuk berinternet sehat dan aman,
karena dengan berinternet sehat dapat menyelamatkan kita dari berbagai kondisi
yang tidak menyenangkan termasuk ancaman kejahatan. Dan yang terpenting jadikan
internet media yang posistif guna membangun generasi bangsa yang maju dan
berpotensi khususnya di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar